Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan Perkuat Peran Infrastruktur dalam Pengembangan Pariwisata Daerah

07 Januari 2026 Author: DPUPR-LS 16x dibaca

Penetapan sektor pariwisata sebagai program unggulan daerah di Kabupaten Lampung Selatan menjadi fokus utama yang harus ditindaklanjuti oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Menjawab arah kebijakan tersebut, jajaran OPD menyatakan kesiapan untuk bersinergi dalam mendorong pengembangan pariwisata yang mulai dipacu pada tahun 2026 mendatang.

Salah satu bentuk komitmen itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, seusai pelantikan 17 pejabat pimpinan tinggi pratama yang berlangsung di kawasan wisata Dermaga Bom, Kalianda, Selasa (6/1/2026).

Agnatius menilai pembangunan infrastruktur yang terencana serta penataan kawasan perkotaan, khususnya di wilayah Kalianda, memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan pengembangan pariwisata daerah.

Menurutnya, infrastruktur yang dibangun secara terpadu dan mengacu pada rencana tata ruang akan meningkatkan daya saing dan daya tarik destinasi wisata di Lampung Selatan.

Untuk itu, Dinas PUPR berencana segera menjalin koordinasi lintas OPD, terutama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), guna memastikan keselarasan program pembangunan.

“Kami akan mengupayakan agar pembangunan infrastruktur sejalan dengan konsep penataan ruang dan pengembangan Kota Kalianda sebagai kawasan pendukung pariwisata,” ujar Agnatius.

Ia juga mengakui bahwa upaya sinkronisasi program tidak lepas dari tantangan, mengingat dirinya baru saja dilantik sebagai salah satu pejabat eselon II oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Sebelumnya, Agnatius diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sejak tahun 2024, sehingga masih memerlukan waktu untuk memahami secara menyeluruh kondisi fiskal Lampung Selatan pada tahun anggaran 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang utama dalam mewujudkan pembangunan yang optimal.

“Kita akan memulai dengan mempelajari kondisi anggaran yang ada. Namun keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada besar kecilnya dana, melainkan juga pada inovasi dan percepatan kerja. Berbagai terobosan akan kita lakukan agar program berjalan sesuai arahan pimpinan,” tegasnya.

Ia berharap, dukungan infrastruktur yang matang dan terintegrasi dapat menjadi landasan kuat bagi Lampung Selatan dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah di masa mendatang.