Lampung Selatan, Lampung – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan melaporkan realisasi pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2025 telah mencapai 100 persen atau sebesar Rp257.954.177.287. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 17 kecamatan di wilayah itu.
Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., mengatakan, penggunaan anggaran diprioritaskan untuk perbaikan dan peningkatan jalan, serta pembangunan maupun rehabilitasi jembatan, gorong-gorong, dan drainase guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dari total anggaran tersebut, penanganan jalan terealisasi sepanjang 41.885 meter, sementara pembangunan jembatan dan drainase mencapai 16.640 meter.
Kecamatan Sidomulyo dan Candipuro menjadi dua wilayah dengan alokasi cukup besar, masing-masing menerima Rp18,8 miliar (7,3 persen) dan Rp18,2 miliar (7,1 persen).
Secara total, panjang jalan yang ditangani di 17 kecamatan mencapai 272.235 meter dengan nilai anggaran Rp220.844.766.212. Adapun pembangunan jembatan, gorong-gorong, dan drainase terealisasi sepanjang 27.240 meter dengan anggaran Rp37.109.411.075.
Selain itu, sejumlah kecamatan lain juga memperoleh porsi anggaran signifikan, di antaranya Palas sebesar Rp15,65 miliar (6,1 persen), Merbau Mataram Rp15,30 miliar (5,9 persen), Tanjung Bintang Rp12,50 miliar (4,8 persen), Ketapang Rp11,03 miliar (4,3 persen), Way Sulan Rp10,90 miliar (4,2 persen), Katibung Rp10,56 miliar (4,1 persen), dan Penengahan Rp10,64 miliar (4,1 persen).
Sementara itu, alokasi anggaran yang relatif lebih kecil diterima Kecamatan Bakauheni sebesar Rp3,14 miliar (1,2 persen), Rajabasa Rp3,30 miliar (1,3 persen), dan Tanjung Sari Rp4,27 miliar (1,7 persen).
Agnatius menjelaskan, pembagian anggaran dilakukan berdasarkan skala prioritas, kondisi kerusakan infrastruktur, serta posisi strategis wilayah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, peningkatan mutu jalan dan sistem drainase menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta keterhubungan antar sentra kegiatan ekonomi.
Dengan serapan anggaran yang maksimal, PUPR Lampung Selatan optimistis pemerataan kualitas infrastruktur dasar dapat terus meningkat. Pemerintah daerah pun berharap pembangunan yang telah direalisasikan sepanjang 2025 mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas akses pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kecamatan. (*)