Realisasi Anggaran Rp257,9 Miliar Capai 100 Persen, Lampung Selatan Selesaikan Pembangunan dan Peningkatan Jalan Sepanjang 270,9 Kilometer dalam Setahun

26 Februari 2026 Author: 124x dibaca

Pagi belum sepenuhnya menyingsing ketika aktivitas kendaraan mulai ramai di ruas Jalan Lubuk Kamal, Lampung Selatan. Jalan yang sebelumnya dikenal rusak, berlubang, dan berlumpur saat musim hujan itu kini telah berubah menjadi jalur beraspal dan beton yang lebih layak dilalui.

Perbaikan tersebut membuat kendaraan pengangkut hasil pertanian dapat melintas dengan lebih lancar. Para pelajar pun tidak lagi kesulitan menghindari genangan air di sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pembangunan infrastruktur di Lampung Selatan. Di masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berhasil merealisasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp257,95 miliar atau terserap penuh dari total anggaran yang dialokasikan untuk 17 kecamatan.

Realisasi anggaran tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 270,9 kilometer dalam satu tahun, meningkat tajam hingga sekitar 538 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Agnatius Syahrizal, menjelaskan bahwa kebijakan pembangunan kini tidak lagi berfokus pada perbaikan sementara. Pemerintah memprioritaskan penanganan ruas jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas drainase guna menunjang mobilitas warga dan kelancaran distribusi ekonomi.

Dari total dana yang tersedia, sekitar Rp220,84 miliar digunakan untuk pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang lebih dari 272 kilometer. Sementara itu, Rp37,10 miliar lainnya dialokasikan untuk pembangunan serta rehabilitasi jembatan, gorong-gorong, dan saluran drainase dengan total panjang mencapai 27 kilometer.

Bagi wilayah agraris seperti Lampung Selatan, keberadaan jalan yang baik memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi. Kerusakan jalan sebelumnya menyebabkan biaya distribusi meningkat dan menghambat pengiriman hasil panen ke pasar.

Dalam pembagian anggaran, Kecamatan Kalianda menerima alokasi terbesar yakni Rp51,05 miliar atau sekitar 19,8 persen dari total dana. Anggaran tersebut digunakan untuk peningkatan jalan sepanjang 41.885 meter serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 16.640 meter.

Kecamatan Natar menempati posisi kedua dengan anggaran Rp34,40 miliar, diikuti Jati Agung sebesar Rp24,40 miliar. Sidomulyo dan Candipuro masing-masing memperoleh Rp18,8 miliar dan Rp18,2 miliar.

Sejumlah kecamatan lain seperti Palas, Merbau Mataram, Tanjung Bintang, Ketapang, Way Sulan, Katibung, dan Penengahan juga mendapatkan alokasi pembangunan yang cukup signifikan. Sementara itu, Bakauheni, Rajabasa, dan Tanjung Sari menerima anggaran relatif lebih kecil, namun pemerintah tetap memastikan pembangunan difokuskan pada titik-titik yang paling membutuhkan penanganan.

Sumber dari : https://www.tigapena.com/feature/76916779535/rp2579-miliar-tuntas-100-persen-2709-kilometer-jalan-lampung-selatan-dikebut-dalam-setahun-lonjakan-538-persen?page=2