Rapat arahan Kadis PUPR bukan sekadar rutinitas, tapi momentum penyelarasan langkah. Insinyur Agnatius Syahrizal, ST, MT menegaskan bahwa UPT Perlengkapan dan Pengolahan Aspal & Beton (AMP) adalah garda teknis strategis yang harus siap kapan pun dibutuhkan—terutama dalam kondisi bencana dan instruksi langsung pimpinan daerah.

Fokus utama saat ini jelas: pembenahan dan optimalisasi alat. Tidak ada pemborosan, tidak ada pekerjaan seremonial. Semua dipilah secara rasional—mana yang masih bisa diperbaiki, mana yang harus dihentikan—semua berbasis kondisi riil dan ketersediaan anggaran.

Dengan arah kebijakan menuju swakelola, UPT dituntut semakin solid, profesional, dan mampu bekerja sebagai satu tim. Beban kerja tidak dipikul sendiri, tapi diselesaikan bersama, dengan semangat kebersamaan dan manajemen yang tertib.

Langkah awal sudah ditetapkan: benahi alat terlebih dahulu. Kepala UPT, Rahmat Gani, ST, MT diminta fokus memprioritaskan perbaikan sarana pendukung sebagai fondasi utama pencapaian target ke depan.
Pesannya tegas, namun penuh harapan:

Ketika alat siap, tim solid, dan pengelolaan berjalan baik—maka target akan tercapai, pelayanan publik akan meningkat, dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

PUPR bergerak.
Bekerja nyata.
Melayani dengan karya.