Pengangkatan Ir. Agnatius Syahrizal, S.T., M.T., IPP sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan pada 6 Januari 2026 menjadi perhatian masyarakat. Selain karena posisi strategis yang diembannya, publik juga menyoroti perjalanan karier, pengalaman profesional, serta kiprahnya di luar pemerintahan.
Agnatius Syahrizal, yang akrab disapa Tius, memilih merespons berbagai perhatian tersebut melalui hasil kerja. Menurutnya, ukuran utama seorang pejabat publik bukanlah penilaian yang berkembang di ruang publik, melainkan manfaat nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.
Lahir di Sebarus pada 12 Agustus 1982, Tius menempuh pendidikan sarjana teknik di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Yogyakarta. Setelah itu ia melanjutkan studi Magister Teknik di Universitas Bandar Lampung serta menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Lampung sebagai bagian dari penguatan kompetensi di bidang teknik dan pembangunan.
Karier birokrasi yang ditekuninya berkembang secara bertahap melalui berbagai jabatan teknis. Pada 2014 ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Jalan di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mesuji, yang memberinya pengalaman langsung dalam pembangunan infrastruktur dasar. Selanjutnya ia mengemban sejumlah posisi lain, seperti Kepala Seksi Perbengkelan, Kepala Subbidang Produksi dan Jasa di Bappeda Mesuji, Kepala Seksi Pengendalian Tata Ruang, Kepala Bidang Bina Marga, hingga Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji.
Pengalaman lintas bidang tersebut membentuk pemahamannya mengenai siklus pembangunan secara utuh, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengawasan, hingga pelaksanaan proyek. Pada tahun 2023, ia dipercaya memimpin Dinas PUPR Kabupaten Mesuji dan mengawal berbagai program pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dua tahun kemudian, Tius memperoleh amanah baru sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Ia memandang jabatan tersebut sebagai tanggung jawab untuk memastikan setiap pembangunan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Baginya, kualitas pekerjaan, transparansi, dan profesionalisme menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas.
Dalam pandangannya, keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan hasil kerja kolektif seluruh organisasi. Karena itu ia menekankan pentingnya budaya kerja yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Di luar aktivitas sebagai aparatur sipil negara, Tius juga aktif di berbagai organisasi sosial dan komunitas otomotif. Ia telah lama bergabung dengan Yamaha RX-King Indonesia (YRKI), kemudian aktif di Mesuji Adventure Offroad Community (MAOC), Adventure Trail Mesuji (ATM), Perbakin Mesuji, GRANAT Kabupaten Mesuji, serta pernah menjadi Bendahara Karang Taruna Kabupaten Mesuji. Pada 2024 ia dipercaya sebagai penasihat Grib Jaya Mesuji.
Pada 2026, Tius juga menerima amanah sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Koordinator Wilayah Lampung Selatan. Salah satu kegiatan yang berhasil diselenggarakan pada masa kepemimpinannya adalah Indonesian Drift Series (IDS) Sumatera 2026. Selain menjadi ajang olahraga otomotif nasional, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkenalkan potensi daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal dan UMKM.
Menurut Tius, organisasi merupakan ruang untuk memperluas pengabdian kepada masyarakat di luar tugas pemerintahan. Ia memandang aktivitas sosial dan organisasi sebagai sarana mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kepedulian bersama.
Dedikasinya sebagai aparatur sipil negara juga memperoleh apresiasi melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun yang diterimanya pada 2020 sebagai bentuk penghargaan atas masa pengabdian dan loyalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Dalam perspektifnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, maupun drainase, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan akses ekonomi, kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Tius menempatkan keluarga sebagai sumber motivasi utama dalam menjalankan setiap amanah. Ia meyakini bahwa nilai tanggung jawab, kepercayaan, dan keteladanan yang dipelajari dari keluarga menjadi fondasi dalam gaya kepemimpinannya.
Perjalanan karier Agnatius Syahrizal menunjukkan proses panjang yang dibangun melalui pengalaman teknis di lapangan, peningkatan kompetensi, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi. Kombinasi pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memimpin pembangunan infrastruktur dengan penekanan pada integritas, kolaborasi, dan pelayanan kepada masyarakat.